Kabupaten Trenggalek — Komunitas Klub Buku Selaras berkolaborasi bersama Baitul Maqdis Book Party sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Maqdis Book Party Chapter Trenggalek: Liberation of Mind, Before Liberation of Land pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 09.00–12.00 WIB di Perpustakaan Daerah Kabupaten Trenggalek.

Kegiatan ini digagas sebagai ruang literasi dan diskusi yang bertujuan membangun fondasi strategis pembebasan Masjidil Aqsa melalui persiapan keilmuan. Acara diinisiasi oleh pendiri Komunitas Klub Buku Selaras, yaitu Chikita Dinda Risna Putri, Novita Ayu Prabawani, dan Candra Hesen Parera.
Mengusung semangat “Liberation of Mind, Before Liberation of Land”, kegiatan ini menghadirkan rangkaian silent reading, sharing insight, dan talkshow yang mengajak peserta memahami isu Baitul Maqdis secara lebih mendalam, tidak hanya dari sisi emosional, tetapi juga melalui pendekatan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kesadaran peradaban.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berupaya menyebarkan “Baitul Maqdis Culture” melalui ruang literasi yang inklusif. Bukan sekadar tempat membaca, acara ini menjadi ruang belajar bersama untuk memahami makna penting Baitul Maqdis dan langkah nyata yang dapat dilakukan umat dalam perjuangan pembebasannya.
Acara dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai latar belakang dan dipandu oleh narasumber Salsabila selaku perwakilan Baitul Maqdis Book Party area Jawa Timur.
Kegiatan ini turut didukung oleh berbagai pihak, diantaranya Rumah Organik Trenggalek dan Jamuse sebagai sponsor acara. Dukungan juga diberikan oleh Ngopi Senja yang mengirimkan tiga perwakilan panitia serta IAI Sunan Giri Trenggalek yang mengirimkan sepuluh mahasiswa volunteer untuk membantu mensukseskan jalannya kegiatan.
Salah satu peserta, Ani, menyampaikan kesannya terhadap acara ini.
“Terima kasih banyak Baitul Maqdis Book Party dan Selaras sudah menyediakan ruang diskusi untuk membangun jiwa-jiwa yang sempat lelah. Jiwa-jiwa yang sempat merasa useless. Di sini kita kembali disadarkan bahwa memandang Baitul Maqdis tidak cukup hanya dengan emosional atau rasa iba, tetapi juga dengan mengisi tangki-tangki keilmuan kita yang tidak terbatas pada teritorial dan bidang tertentu.”
Peserta lainnya juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menenangkan sekaligus menguatkan iman.
“Sebagai orang yang masih sangat awam dan ingin belajar soal Baitul Maqdis, ini adalah tempatnya. Jujur sangat recharge iman. Vibes-nya tenang jadi semangat belajar agama Islam. Pemaparan materi soal sejarah sangat relate buat saya yang masih awam. Ada banyak hal yang sebelumnya tidak saya ketahui jadi tahu soal sejarahnya. Jujur sebelumnya saya tahunya Palestina, bukan Baitul Maqdis. Terima kasih Selaras Book Club sudah membawa event ini ke Kabupaten Trenggalek tercinta.”

Sementara itu, salah satu penyelenggara, Chikita Dinda Risna Putri, menyampaikan bahwa menghadirkan Baitul Maqdis Book Party di Trenggalek merupakan proses yang penuh harapan sekaligus pembelajaran.
“Awal tahun 2026 saya mengetahui ada event keren ini, Baitul Maqdis Book Party, yang berkeliling ke berbagai kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Saya sempat berpikir, apakah mungkin event seperti ini bisa hadir juga di Kabupaten Trenggalek tercinta. Akhirnya kami mencoba menghubungi pihak Baitul Maqdis Book Party dan disambut dengan sangat baik. Kami juga mengikuti beberapa rangkaian kelas untuk menyamakan persepsi. Alhamdulillah, ternyata membawa event ini ke Trenggalek menjadi nyata dan antusiasme peserta sangat besar. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut pada materi-materi berikutnya.”
Melalui kegiatan ini, Komunitas Klub Buku Selaras berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang menjadikan literasi sebagai jalan membangun kesadaran, memperluas wawasan, dan memperkuat kontribusi nyata bagi umat.
Informasi kegiatan literasi dan event selanjutnya dapat diikuti melalui akun Instagram @sela__ras



Tinggalkan Balasan