Trenggalek – Senin, 20 April 2026, Ruang Pelayanan Perpustakaan Kabupaten Trenggalek menjadi tempat berlangsungnya technical meeting Lomba Bertutur bagi siswa SD/MI tingkat kabupaten. Acara ini dibuka dengan sambutan hangat dari Bapak Ika Merin Setyarto, ST, M.A.P., selaku Kepala Bidang Perpustakaan, yang menekankan pentingnya kegiatan bertutur sebagai sarana menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak dini.

Setelah itu, arahan teknis disampaikan oleh Kak Septa dan Ibu Trismi. Dalam penjelasannya, Ibu Trismi menekankan bahwa artikulasi dan penyampaian kalimat harus disesuaikan dengan karakter tokoh yang dibawakan. “Jika karakternya orang tua, maka pembawaan bertutur harus mencerminkan bagaimana orang tua berbicara,” jelasnya.


Sementara itu, Kak Septa memberikan penekanan pada pemilihan cerita. Menurutnya, cerita baru akan mendapatkan nilai lebih karena selama ini banyak peserta cenderung membawakan kisah yang sama. Ia juga menyoroti penggunaan properti dalam bertutur. “Apabila properti hanya menjadi latar dan tidak mendukung penguatan karakter, serta digunakan berulang-ulang, lebih baik tidak usah. Sayang uangnya untuk maket, dan anak belum tentu memanfaatkannya sampai akhir cerita,” tegasnya.


Tidak lupa, sebelum acara diakhiri, panitia melaksanakan pengundian nomor urut peserta tampil untuk lomba mendatang. Hal ini dilakukan agar setiap peserta memiliki kesempatan tampil secara adil dan teratur sesuai hasil undian.

Dengan adanya technical meeting ini, diharapkan para peserta dapat lebih memahami aspek teknis dalam bertutur, sehingga penampilan mereka nanti tidak hanya menarik tetapi juga sesuai dengan karakter cerita yang dibawakan. Lomba bertutur ini menjadi salah satu upaya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Trenggalek dalam menumbuhkan budaya literasi dan kreativitas anak-anak sejak usia sekolah dasar.





Tinggalkan Balasan