Dalam kesempatan itu Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Trenggalek menghimbau kepada seluruh peserta Sosialisasi Kearsipan agar masalah kearsipan itu betul-betul diperhatikan dan ditindak lanjuti, karena begitu sangat pentingnya masalah arsip.

Perpustakaan dan Arsip Daerah adalah salah satu birokrasi pemerintah yang melayani kebutuhan masyarakat / pelayanan publik yang selama ini sebenarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan keberadaannya masih kurang diperhatikan. Maka dari itu sudah saatnya Pemerintah Daerah menunjukkan kepeduliannya serta memperhatikan salah satu kebutuhan masyarakat tersebut yang sebenarnya mempunyai dampak yang sangat positif yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sosialisasi dan Bimbingan Teknis kearsipan ini diselenggarakan selama 2 (dua) hari kerja yakni tanggal 19 April sampai dengan 20 April 2016.

Seusasi sambutan Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Trenggalek, kegiatan Sosialisasi Kearsipan dilanjutkan sekaligus penyampaian materi pada hari pertama materi disampaikan oleh Ibu Dra. Esti Kartikaningsih, kasubid pembinaan arsip Badan Kearsipan Propinsi Jawa Timur, Ibu Endang Sofianti Ssos dan dari kepolisian oleh Bapak IPDA Eko Iswahyudi, SH, MH

Sedangkan dihari kedua materi disampaikan oleh Ibu Siti Rokhayah, Ssos, Ibu Dra. Diyah Kuswardani semuanya dari Badan Kearsipan Propinsi Jawa Timur.

Kegiatan Sosialisasi Kearsipan diikuti oleh Sekretaris Desa Se-Kecamatan Suruh, Kecamatan Tugu, Kecamatan Pule, Kecamatan Trenggalek, dan Kecamatan Durenan serta undangan lainnya yang juga mengikuti kegiatan sosialisasi sehingga jumlah keseluruhan 80 peserta.

Disampaikan oleh narasumber dari Badan Perpustakan dan Kearsipan Propinsi Jawa Timur bahwa pengalaman yang sangat pahit yang ditelan oleh Bangsa Indonesia akibat dari keteledoran tentang arsip adalah : Hilangnya pulau Sipadan dan ligitan milik bangsa Indonesia yang diklaim oleh malaysia. Dimenangkan oleh malaysia karena salah satu bukti pulau itu milik malaysia adalah : penduduk yang tinggal dipulau itu mempunyai kartu tanda penduduk malaysia.

Maka dari itulah kita belajar dari pengalaman yaitu kurang perhatiannya kita tentang arsip, kedepan semoga kita menjadi bangsa yang maju dan sejahtera Serta bermartabat dengan hadirnya tata kearsipan yang profesional. Itu semua bisa kita raih asalkan kita sungguh-sungguh bekerja dan bekerja.