Pastinya hal tersebut menimbulkan gejolak di masyarakat. Kecurigaan serta kewaspadaan bercampur aduk, bahkan di daerah lain sempat terjadi aksi salah tangkap serta main hakim sendiri. Seperti di daerah lainnya, berita hoax juga terjadi di Trenggalek. Isu-isu penculikan sempat berkembang dan meresahkan. Bahkan Polres Trenggalek menerjunkan timnya untuk meninjau langsung ke lapangan dan sempat memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak resah dan panik. Selain itu juga sempat ada berita yang disebarkan oleh akun facebook bernama Asep Saepul Assyaifullah, terkait adanya pria paruh baya di Kecamatan Durenan yang memakan tanah untuk bertahan hidup.Namun, setelah ditindak lanjuti ternyata tidak ada kejadian pria makan tanah di wilayah Durenan tersebut. Pemilik akun akhirnya meminta maaf atas tersebarnya status tersebut.

Untuk menghindari hal tersebut agar tidak terjadi di daerah yang dipimpinnya, Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc., menghimbau kepada para admin grup di sosial media untuk ikut membatasi atau memfilterisasi pemberitaan yang belum jelas benar atau tidaknya. Bupati juga memerintahkan kepada jajarannya untuk melakukan pembinaan terhadap para admin grup di sosial media yang ada.

“Admin juga ikut bertanggung jawab terhadap status yang masuk kedalam grup yang dikelolanya, karena juga terdapat ketentuan hukumnya,” tandas Bupati Emil Dardak.

Sedangkan Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman, S.I.K, M.Hum., menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan pemberitaan yang belum tentu benar. Tak hanya itu masyarakat juga diminta untuk tidak panik, kalau melihat mendengar diharapkan untuk tidak main hakim sendiri. “Pasalnya sudah ada kejadian main hakim sendiri, ternyata anak yang dibawanya benar-benar anaknya sendiri,” tutur Kapolres Donny. (Humas Kabupaten Trenggalek)